<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>peri dongeng</title>
	<atom:link href="https://peridongeng.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peridongeng.wordpress.com</link>
	<description>once upon a time</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 16:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='peridongeng.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/f93a870eb89c6f698d89b89cd994cbc4?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs-ssl.wordpress.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>peri dongeng</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://peridongeng.wordpress.com/osd.xml" title="peri dongeng" />
	<atom:link rel='hub' href='https://peridongeng.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gurita Kecil Belajar Percaya Diri</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/26/gurita-kecil-belajar-percaya-diri/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/26/gurita-kecil-belajar-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 08:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Berpetuah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[cerita berpetuah menyembuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[fabel]]></category>
		<category><![CDATA[gurita kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu masa, hiduplah seekor gurita muda diperairan yang hangat, dangkal dan jernih dekat sebuah pantai berpasir. Hidupnya riang, tak ada yang mengganggu pikirannya. Dia berenang melewati bebatuan, bergaul dengan ikan-ikan berwarna-warni, dan relaks di tengah lembutnya terpaan ombak. Namun ada sesuatu yang agak berbeda pada gurita yang satu ini. Dia suka bergantung paa sesuatu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=76&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Pada suatu masa, hiduplah seekor gurita muda diperairan yang hangat, dangkal dan jernih dekat sebuah pantai berpasir. Hidupnya riang, tak ada yang mengganggu pikirannya. Dia berenang melewati bebatuan, bergaul dengan ikan-ikan berwarna-warni, dan relaks di tengah lembutnya terpaan ombak. Namun ada sesuatu yang agak berbeda pada gurita yang satu ini. Dia suka bergantung paa sesuatu. Kadang-kadang untuk mendapatkan kegembiraan, dia membelitkan tentakelnya pada seekor ikan dan membiarkan ikan itu menariknya. Kadang-kadang, dia melilitkan tentakelnya pada karang yang kukuhdan kuat dan dengan cara seperti itu dia merasa aman dan nyaman.</p>
<p style="text-align:left;">Seiring dengan pertumbuhan gurita kecil itu, dia menjelajah semakin luas, mengarungi air yang lebih dalam. Suatu hari, saat berenang dengan agak ragu-ragu menjelajahi daerah baru itu, dia menemukan sebuah benda aneh dan lain daripada yang lain. Dalam kejernihan air, tampaklah bayangan suram lambung sebuah kapal yang besar. Dari haluan kapal menjuntai sebuah jangkar, yang dipakai oleh gurita kecil untuk mencari secercah rasa aman dengan cara melilitkan tentakelnya disana.</p>
<p style="text-align:left;">Namun, saat erat-eratnya dia berpegangan , jangkar tersebut mulai jatuh, memasuki air yang semakin gelap dan dingin. Gurita kecil tersebut bisa merasakan tekanan air yang meremasnya sedemikian kuat hingga rasa takut menyergapnya. Dia tidak tahu harus tetap berpegangan atau melepaskan pegangannya. Meskipun jangkarnya sendiri terasa aman dan kukuh, gerakan meluncur jatuh dari jangkar tersebut ke air yang pekat dan bertekanan tinggi sangat menakutkannya.</p>
<p style="text-align:left;">Gurita kecil tersebut takut melepaskan rasa aman yang diberikan oleh jangkar tersebut pada saat terjadi perstiwa yangsedemikian tidak terduga, dan dia ngeri melihat betapa dalamnya dia jatuh terseret. Akhirnya, jangkar tersebut membentur dasar laut dengan suara gedebuk yang keras. Gurita kecil itu mempererat pegangannya. Dia tidak tahu apakah harus mencengkram benda yang terjatuh kekedalaman yang tidak ia ketahui. Meskipun rasa aman yang dia dapatkan terasa kurang meyakinkan, dalam ketidakpastian yang gelap dan pekat tersebut dia enggan melepaskan pegangannya.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam cengkraman  rasa takut, ciut nyali, dan bimbang, gurita kecil tersebut merasa tenang sekaligus gelisah ketika dari keremangan keluarlah seekor ikan. Gurita kecil berteriak meminta tolong. Ikan tersebut mendengarkan cerita gurita kecil lalu mengatakan,” maaf ya, aku tidak bisa menolongmu. Akan tetapi, dibelakangku ada seekor ikan yang lebih besar. Mungkin dia bisa memberikan bantuan yang kau butuhkan.”</p>
<p style="text-align:left;">Tak lama kemudian, tampaklah seekor ikan yang lebih besar. Dia berenang deengan gerakan yang lembut dan santai. Matanya tampak ramah dan penuh perhatian.”aku bisa menolongmu,”kata ikan tersebut menjawab permintaan tolong gurita kecil,” tapi, kamu harus melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk menolong dirimu sendiri. Tolong lepaskan peganganmu pada jangkar tersebut, baru akubisa menunjukkan jalan keluar bagimu.”</p>
<p style="text-align:left;">Saya tidak tahu bagaimana gurita kecil itu melepaskan pegangannya pada jangkar tersebut, apakah dia melakukannya secara bertahap dan penuh keraguan, dengan cara melepaskan tentakelnya satu persatu, atau apakah dia mau melepaskan pegangannya semuanya sekaligus. Mungkin dia tetap berpegangan dengan menggunakan satu atau dua tentakel, sambil merasakan kebebasan anggota tubuhnya yang lain sebelum memilih untuk memberanikan diri masuk kedalam kebebeasan yang lebih utuh. Mungkin dia perlu meneruskan pegangannya sedikit lebih lama lagi sebelum memiliki keberanian untuk melepaskan diri.</p>
<p style="text-align:left;">Ikan yang baik hati tersebut menunggu dengan sabar, sambil memberikan dorongan dan member selamat kepada gurita setiap kali dia membuat kemajuan. Lalu, ketika gurita kecil itu telah melepaskan pegangannya yang demikian erat, ikan tersebut berkata dengan lembut,”ikuti aku.”</p>
<p style="text-align:left;">Ikan tersebut mulai berenang maju-mundur, dengan pelan membuka jalan ke atas. Gerakan ke atas tersebut tidak secepat dan selaju yng diharapkan gurita kecil, tetapi nampaknya ikan tersebut tahu apa yang dia lakukan. Dia tahu, berbahaya jika naik ke atas terlalu cepat. Dia membimbing dengan cara sedemikian rupa hingga gurita kecil mampu mempelajari cara menjaga dirinya sendiri jika nanti dia terjebak di kedalaman lagi. Gurita mulai merasa lebih kuat dan lebih mampu. Lingkungan yang asing itu tidak lagi membuatnya ketakutan. Bahkan, perjalanan tersebut mulai terasa seperti petualangan sejati.</p>
<p style="text-align:left;">Semakin tinggi mereka berenang, air disekeliling mereka menjadi semakin hangat dan terang. Gurita kecil mulai merasa santai dan lebih riang. Tekanan dan kegelisahan berada dalam kedalaman asing terangkat, dan gurita kecil merasa gembira karena kebebasannya telah kembali. Dia berhasil menyusul ikan tersebut dan selama beberapa waktu, mereka berenang berdampingan. Gurita kecil tak perlu lagi mengekor. Kadang-kadang, dia memimpin di depan dan membuka jalannya sendiri. Rasanya belum begitu lama waktu berlalu ketika ikan tersebut berkata,”dari sini kamu bisa pulang sendirian. Kamu tidak lagi memerlukanku untuk menemanimu. Kamu telah tahu jalan ke tempat yang ingin kautuju.”</p>
<p style="text-align:left;">Gurita kecil berterima kasih kepada ikan itu dan berenang ke atas, seperti yang sudah dia pelajari dari bimbingan ikan yang baik hati itu. Air disekelilingnya terus berubah semakin terang dan hangat. Sahaya mentari menembus riak permukaan air, menerangi warna kuning, merah, dan biru disekujur tubuh ikan kecil yang berenang cepat dia antara batu karang yng dipahat secara alami.</p>
<p style="text-align:left;">Ada yang berubah, bukan hanya kejadian yang baru saja berlalu, melainkan juga dalam diri gurita kecil. Dia tidak lagi merasa puas hanya berada di tempat lamanya. Dia merasa berbeda. Dia berusaha keluar dari air, merangkak ke pantai dan berbaring di atas pasir. Dia berjemur selama beberapa waktu di pasir yang hangat, menikmati kenyamanan yang membuatnya ngantuk akibat sinar matahari yang menimpa tubuhnya, sambil mendengarkan kicau burung-burung laut di atasnya dan belaian anginn sepoi-sepoi di antara pohon palem. Ternyata, menyempatkan diri untuk memulihkan diri menyenangkan juga.</p>
<p style="text-align:left;">Sambil beristirahat pada hari yang hangat, gurita kecil merenungkan kembali hal-hal yang sudah terjadi, meresapkan pelajaran dan meresapi pesan dari pengalaman yang dia peroleh. Gurita kecil yang suka berpegangan pada benda lain terasa seperti mimpi yang sudah kabur, sebuah citra buram dari kedalaman laut. Sambil merasakan sensasi tumbuhnya kekuatan baru, gurita kecil mulai merasa sekaranglah saatnya untuk melangkah maju.</p>
<p style="text-align:left;">Sesudah merasa hangat, nyaman dan percaya diri. Dia berdiri di atas tentakelnya. Dia mempelajari pantai dan batu karang  kejauhan yang menjulang tinggi ke angkasa. Sambil berusaha keras melewati lautan pasir, gurita kecil bergerak kearah batu karang. Dia mulai mendaki menuju puncak karang menggunakan tentakelnya dengan hati-hati. Pendakian tersebut tidak selalu berjalan mulus, tetapi gurita kecil merasa tertantang oleh hal-hal baru. Kadang-kadang, dia harus berusaha sekuat tenaga, tetapi sekalipun dia tidak pernah kehilangan arah akan tujuan yang hendak ia capai. Dia mendaki semakin tinggi dan merasa berhasil.</p>
<p style="text-align:left;">Di puncak karanng, angin yang sejuk dan segar bertiup dari laut. Gurita kecil menjulurkan tentakelnya seperti sayap dan mulai terbang seiring arah angin seakan ia telah melakukan ini selama hidupnya. Dia membumbung tinggi bak elang, mengendarai angin yang lembut. Meluncur bersama panas matahari, dan merasakan kegembiraaan terbang ke ketinggian baru.</p>
<p style="text-align:left;">Ketika memandang ke bwah, gurita kecil menyaksikan ombak laut yang mengalun tempat dia memulai perjalanannya. Ketika memandang ke atas, dia melihat langit biru nan luas, sebuah keluasan yang tampaknya mewakili harapan baru dan segunung cita-cita baru, akhirnya gurita kecil menyadari kemampuan barunya untuk terbang bebas, melepaskan masa lalu, menikmati kegembiraan yang dirasakannya saat ini, dan penuh harap akan kebahagiaan macam apa lagi yang menunggunya di masa depan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=76&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/26/gurita-kecil-belajar-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Domba dan Ayam</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/25/domba-dan-ayam/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/25/domba-dan-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 17:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Berpetuah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita fabel]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng berpetuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah disebuah peternakan hiduplah seekor domba dan seekor ayam. Ayam dan domba tersebut hidup tidak bahagia mereka merasa terbelenggu dan terkungkung. Mereka bosan hidup dalam peternakan Pak Petani yang dibatasi pagar berkawat. Makanan mereka membosankan karena itu-itu saja. Tak heran kemudian mereka merasa dimanfaatkan dan diperlakukan semena-mena. Mereka terus memberi tapi tidak menerima apa-apa. Jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=71&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah disebuah peternakan hiduplah seekor domba dan seekor ayam. Ayam dan domba tersebut hidup tidak bahagia mereka merasa terbelenggu dan terkungkung. Mereka bosan hidup dalam peternakan Pak Petani yang dibatasi pagar berkawat. Makanan mereka membosankan karena itu-itu saja. Tak heran kemudian mereka merasa dimanfaatkan dan diperlakukan semena-mena. Mereka terus memberi tapi tidak menerima apa-apa. Jadi seringkali topik pembicaraan mereka adalah membebaskan diri.</p>
<p>Mereka mengimpikan hidup baru, hidup merdeka dan bebas, tapi percakapan mereka hanyalah sekedar kata-kata tak berguna sebab mereka tidak melakukan apa-apa untuk mewwujudkan impian mereka- hingga suatu malam, sang ayam memperhatikan bahwa pintu peternakan mereka dibiarkan terbuka. Mungkin sekaranglah saatnya untuk mengambil kesempatan. Ayam itu membangunkan domba sambil memberitahu domba bahwa mereka mungkin bisa mendapatkan kebebasan, tetapi sang domba ragu-ragu. Semua tampak membingungkan dan tidak pasti.</p>
<p>Tiba-tiba ketika dihadapkan pada kemungkinan mendapatkan apa yang sudah diimpikan, semuanya ternyata menakutkan. Domba itu menjadi takut sekali karena tidak tahu apa yang terjadi pada kemudian hari. Benarkah kehidupan di peternakan begitu buruk? Ia memiliki tempat berlindung, makanan, dan rasa aman. Pantaskah ia mengambil resiko dan mengorbankan hal-hal tersebut?<br />
“ayolah,”desak ayam sambil berjalan dengan mantap ke arah pintu gerbang. “Aku akan tetap pergi jika kau tidak mau.”</p>
<p>Sambil mengeluh domba bangun dan mengikuti temannya. Mereka berjalan bersama melewati malam yang panjang, berusaha pergi sejauh mungkin dari peternakan. Ketika cahaya keemasan mentari pagi mulai bersinar, ayam dan kambing itu merasa kelelahan sekaligus lapar. Mereka tiba di sebuah rumah yang tidak jauh dari jalan. Di luar rumah terdapat papan bertuliskan “Makan Pagi Spesial- kari Kambing dan telur”.<br />
“Bagus.” seru ayam.” Ayo kita masuk dan makan.”</p>
<p>Sekali lagi, domba itu merasa ragu-ragu dan bingung karena tidak bisa membuat keputusan. Karena si Domba tidak menjawab juga, sang ayam mengeluarkan isi hatinya yang dipenuhi semangat.” Tidakkah kau tahu, ini adalah awal kehidupan baru kita, seperti yang selama ini selalu kita impi-impikan?”</p>
<p>Domba itu ragu-ragu. Ia dipenuhi keraguan dan ketidakpastiaan. Pikiran dan tubuhnya diam tak bergerak karena kebimbangan yang mencengkramnya, dan ia merasa tak berdaya dan putus asa.<br />
“ Ayolah.” Desak sang ayam.” Ada apa sih?”<br />
“Begini,” kata domba pada akhirnya, “bagimu tidak apa-apa makan kari kambing dan telur. Bagimu ini hanya merupakan komitmen yang tidak menyeluruh. Akan tetapi, bagiku ini adalah komitmen total.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=71&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/25/domba-dan-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2011 in review</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/02/2011-in-review/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/02/2011-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 19:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[annual report from wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog. Here&#8217;s an excerpt: The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 23.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 9 sold-out performances for that many [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=65&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.</p>
<p><a href="/2011/annual-report/"><img src="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" alt="" width="100%" /></a></p>
<p>Here&#8217;s an excerpt:</p>
<blockquote><p>The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about <strong>23.000</strong> times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 9 sold-out performances for that many people to see it.</p></blockquote>
<p><a href="/2011/annual-report/">Click here to see the complete report.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=65&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2012/01/02/2011-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istana Bunga</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2011/12/02/istana-bunga/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2011/12/02/istana-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 17:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Berpetuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan. Suatu hari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=61&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.</p>
<p>Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya,  &#8220;Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!&#8221;<br />
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.<br />
&#8220;Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!&#8221; usir Raja.<br />
Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, &#8220;Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!&#8221;</p>
<p>Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.</p>
<p>Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.<br />
&#8220;Silakan masuk, Anak Muda,&#8221; sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya,  &#8220;Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan.&#8221;</p>
<p>Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.<br />
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.</p>
<p>Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. &#8220;Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan.&#8221;<br />
&#8220;Amalan apa itu, Panembahan?&#8221; tanya Kusmantari.<br />
&#8220;Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka.&#8221;</p>
<p>Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.<br />
&#8220;Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati,&#8221; pesan Panembahan Manraba.</p>
<p>Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.</p>
<p>Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.<br />
&#8220;Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini.&#8221;<br />
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana.&#8221;</p>
<p>Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.</p>
<p>Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.</p>
<p>OLEH Maulana Febriyansyah<br />
kiriman: RINA YUNI EKAWATI &lt;RINAYUNIEKAWAT @YAHOO .CO .ID&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=61&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2011/12/02/istana-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Pelit</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2011/11/03/si-pelit/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2011/11/03/si-pelit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 15:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Berpetuah]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng berpetuah]]></category>
		<category><![CDATA[si pelit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=57&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp"></div>
<p>Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.</p>
<p>Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.</p>
<p>Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Emasku! oh.. emasku!&#8221; kata si Pelit, &#8220;seseorang telah merampok saya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Membeli sesuatu?&#8221; teriak si Pelit dengan marah. &#8220;Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu.&#8221; teriaknya lagi dengan marah.</p>
<p>Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu,&#8221; katanya lagi, &#8220;tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!&#8221;</p>
<p><em>Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=57&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2011/11/03/si-pelit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Penggembala dan Serigala</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/anak-penggembala-dan-serigala/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/anak-penggembala-dan-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 17:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[penggembala]]></category>
		<category><![CDATA[Serigala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya. Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=36&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="readerDisplay">
<p>Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.</p>
<p>Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana.</p>
<p>Tuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya. Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, &#8220;Serigala, serigala!&#8221;</p>
<p>Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya. Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, &#8220;Serigala! serigala!&#8221;, kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.</p>
<p>Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.</p>
<p>Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, &#8220;Serigala! serigala!&#8221; Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya. &#8220;Dia tidak akan bisa menipu kita lagi,&#8221; kata mereka.</p>
<p>Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.</p>
<p><em>Pembohong tidak akan pernah di percayai lagi, walaupun saat itu mereka berkata benar.</em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=36&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/anak-penggembala-dan-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seekor Anjing dan Bayangannya</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/seekor-anjing-dan-bayangannya/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/seekor-anjing-dan-bayangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 17:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=38&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.</p>
<p>Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.</p>
<p><em>Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=38&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/seekor-anjing-dan-bayangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayam Yang Berkelahi dan Burung Elang</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/ayam-yang-berkelahi-dan-burung-elang/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/ayam-yang-berkelahi-dan-burung-elang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 17:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[burung elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu daerah pertanian, hiduplah dua ekor ayam jantan yang saling bermusuhan dan sering berkelahi antara keduanya. Pada suatu hari, mereka memulai pertengkaran dan kembali berkelahi, saling mematuk dan mencakar. Mereka berkelahi terus hingga salah satunya di kalahkan dan lari menjauh ke sudut untuk bersembunyi. Ayam jantan yang memenangkan perkelahian itu dengan bangganya terbang ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=40&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu daerah pertanian, hiduplah dua ekor ayam jantan yang saling bermusuhan dan sering berkelahi antara keduanya. Pada suatu hari, mereka memulai pertengkaran dan kembali berkelahi, saling mematuk dan mencakar. Mereka berkelahi terus hingga salah satunya di kalahkan dan lari menjauh ke sudut untuk bersembunyi.</p>
<p>Ayam jantan yang memenangkan perkelahian itu dengan bangganya terbang ke atas atap kandang, dan mengkepak-kepakkan sayapnya, berkokok dengan sangat bangga dan kerasnya seolah-olah dia ingin memberi tahukan ke seluruh dunia tentang kemenangannya. Tetapi saat itu seekor burung elang yang terbang di udara mendengar dan akhirnya melihat ayam tersebut di atas atap. Burung elang tersebut akhirnya turun dan menyambar dan menerkam ayam jantan yang jadi pemenang tadi untuk dibawa ke sarangnya.</p>
<p>Ayam yang satunya yang tadinya dikalahkan, melihat seluruh kejadian itu dan keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil tempat sebagai pemenang di perkelahian tadi.</p>
<p><em>Rasa sombong menyebabkan kejatuhan</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=40&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/ayam-yang-berkelahi-dan-burung-elang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Burung Gagak dan Sebuah Kendi</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/burung-gagak-dan-sebuah-kendi/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/burung-gagak-dan-sebuah-kendi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 17:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[bunrung gagak]]></category>
		<category><![CDATA[burung gagak]]></category>
		<category><![CDATA[kendi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=42&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.</p>
<p>Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benaknya. Dia lalu mengambil kerikil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak.</p>
<p><em>Walaupun sedikit, pengetahuan bisa menolong diri kita pada saat yang tepat.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=42&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/burung-gagak-dan-sebuah-kendi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Ekor Kambing</title>
		<link>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/dua-ekor-kambing/</link>
		<comments>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/dua-ekor-kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 16:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>surdat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Binatang (Fabel)]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[fabel]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peridongeng.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah pohon yang jatuh, telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=44&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah pohon yang jatuh, telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor tupai dengan selamat, apalagi oleh dua ekor kambing. Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. Rasa sombong dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya.</p>
<p>Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu, kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling mendorong dengan tanduk mereka sehingga kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.</p>
<p>Lebih baik mengalah daripada mengalami nasib sial karena keras kepala.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peridongeng.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peridongeng.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peridongeng.wordpress.com&amp;blog=7086747&amp;post=44&amp;subd=peridongeng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://peridongeng.wordpress.com/2009/03/27/dua-ekor-kambing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/690def88b101a34e2afc546286dba9cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">surdat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
